Sabtu, 14 Maret 2015

Fenomena Cabe-Cabean dan Terong-Terongan

Diposting oleh my blog di 03.45

Beberapa wktu trakhir ini, istilah ‘cabe-cabean’ dan ‘terong-terongan’ sedng ramai dibicarakan oleh anak-anak zaman sekarang. Fenomena seperti apa itu hingga menjadi buah bibir masyarakat saat ini? ‘Cabe-cabean’ dan ‘terong-terongan’ merupakan sebutan-sebutan yang biasa digunakan oleh anak gaul zaman sekarang untuk menyebut atau memberikan sebutan pada remaja putri maupun remaja putra yang senangnya keluyuran malam dan nongkrong di tempat-tempat biasa mereka nongkrong seperti di pinggiran jalan, di bawah jembatan, dan di banyak tempat lainnya.
Cabe-cabean maupun terong-terongan diidentikkan dengan remaja dengan gaya pakaian tertentu dan tingkah laku remaja yang tidak pantas atau tidak baik, khususnya untuk anak-anak seusia mereka yang umumnya berkisaran SMA dan SMP bahkan SD. Seperti apa? Sedikit gambarannya seperti; ketika yang perempuan dengan usia mereka yang masih tergolong anak-anak menggunakan baju you can see dengan dipadu-padankan dengan celana pendek hot pants di tempat-tempat nongkrong dengan berpasang-pasangan dengan anak laki-laki seusia mereka, apalagi di waktu malam bahkan larut malam. Dan itu hanya satu dari sekian bentuk dari ciri-cirinya, sedangkan terong-terongan tertuju pada remaja laki-laki yang tergolong alay atau jamet dalam gaya berpakaian dan tingkah lakunya.
Sebenarnya kata cabe-cabean itu memiliki arti yang lain bahkan kata tersebut merupakan singkatan. Asal usulnya cabe-cabean itu sendiri dari balapan liar yang juara atau menang dalam perlombaan balapan tersebut mendapatkan  cabe, cabe-cabean maksudnya, nah itu yang namanya cabe-cabean.
Jika arti/pengertian atau asal muasal kata cabe-cabean dan terong-terongan saja negatif, akan jauh lebih baik menurut saya pribadi kata cabe-cabean dan terong-terongan dicoret dari daftar suka kata yang tersimpan di kepala kita. Karena saya khawatir ada di antara kita yang keceplosan ngatain orang dengan sebutan tersebut yang akhirnya membuat rasa sakit hati pada orang lain.Bukankah dalam agama dilarang menyebut orang lain dengan sebutan-sebutan buruk. Saya juga gak yakin sih di antara kita akan sampai segitunya ngatain orang, tapi paling tidak mengantisipasi.
 “… janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Al Hujurat: 11)
Lagi pula kalau kita yang sudah tahu arti ataupun asal kata tersebut tidak baik, tidak enak juga kan didengarnya?
Fenomena tersebut adalah faktor penyebab cabe-cabean dan terong-terongan merebak di kalangan anak muda atau ABG sekarang. Bahkan jika hal tersebut tetap dipopulerkan akan menimbulkan dampak negatif yang lebih banyak lagi, fenomena ini sudah berpotensi memberikan pengaruh buruk kepada remaja bahkan murid-murid sekolah dasar.
Banyak faktor yang menyebabkan fenomena cabe-cabean dan terong-terongan muncul, salah satunya
  •  Faktor Keluarga
Dalam hal ini orang tua yang harus mengajarkan kembali hal-hal yang positif sebagai pondasi awalkemudian menyusun nilain-nilai lainnya seperti, nilai social, moral, dan budi pekerti
  •   Faktor  Media
Saat ini media televisi khususnya, banyak mempertontonkanatau mencontohkan perbuatan yang tidak baik seperti, cara berpakaian ataupun cinta-cintaan yang masih belum pantas dialami oleh anak-anak.
Tidak hanya media televisi yang harus diwaspadai saat ini, media masa sekarang juga bisa menjadi ancaman utama bila dalam penggunaannya tidak secara bijak , org tua wajib memantau anaknya di jejaring social. Orang tua jga harus mengawasi sepenuhnya kegiatan anak di depan computer atau dunia maya seperti, twitter, fb, path dll.
  • Faktor Lingkungan
Tempat dimana merekabermain atau bergaul seperti, tempat nongkrong dan lingkungan terdekat lainnya seperti, sekolah dan teman-teman bergaulnya. Maka dari itu kita bergaul sewajarnya sajajangan sampai kita merugikan diri sendiri atau org lain.


Untuk orang tua  solusinya cuma satu jaga anak masing-masing! Bentengi keluarga dengan agama, peduli pada lingkungan, tidak apatis kepada sesama, jangan egois dengan hanya mengutamakan kepentingan sendiri tapi juga harus peduli dan berbagi solusi pada persoalan bangsa ini. Terima kasih, semoga bermanfaat!

0 komentar:

Posting Komentar

 

OVY DWI BLOG Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos