Beberapa wktu trakhir ini, istilah ‘cabe-cabean’ dan
‘terong-terongan’ sedng ramai dibicarakan oleh anak-anak zaman sekarang.
Fenomena seperti apa itu hingga menjadi buah bibir masyarakat saat ini?
‘Cabe-cabean’ dan ‘terong-terongan’ merupakan sebutan-sebutan yang biasa
digunakan oleh anak gaul zaman sekarang untuk menyebut atau memberikan sebutan
pada remaja putri maupun remaja putra yang senangnya keluyuran malam dan
nongkrong di tempat-tempat biasa mereka nongkrong seperti di pinggiran jalan,
di bawah jembatan, dan di banyak tempat lainnya.
Cabe-cabean maupun terong-terongan diidentikkan dengan
remaja dengan gaya pakaian tertentu dan tingkah laku remaja yang tidak pantas
atau tidak baik, khususnya untuk anak-anak seusia mereka yang umumnya
berkisaran SMA dan SMP bahkan SD. Seperti apa? Sedikit gambarannya seperti;
ketika yang perempuan dengan usia mereka yang masih tergolong anak-anak
menggunakan baju you can see dengan dipadu-padankan dengan
celana pendek hot pants di tempat-tempat nongkrong dengan
berpasang-pasangan dengan anak laki-laki seusia mereka, apalagi di waktu malam
bahkan larut malam. Dan itu hanya satu dari sekian bentuk dari ciri-cirinya,
sedangkan terong-terongan tertuju pada remaja laki-laki yang tergolong alay atau jamet dalam
gaya berpakaian dan tingkah lakunya.
Sebenarnya kata cabe-cabean itu memiliki arti yang lain
bahkan kata tersebut merupakan singkatan. Asal usulnya cabe-cabean itu sendiri
dari balapan liar yang juara atau menang dalam perlombaan balapan tersebut
mendapatkan cabe, cabe-cabean maksudnya, nah itu yang namanya
cabe-cabean.
Jika arti/pengertian atau asal muasal kata cabe-cabean dan
terong-terongan saja negatif, akan jauh lebih baik menurut saya pribadi kata
cabe-cabean dan terong-terongan dicoret dari daftar suka kata yang tersimpan di
kepala kita. Karena saya khawatir ada di antara kita yang keceplosan ngatain
orang dengan sebutan tersebut yang akhirnya membuat rasa sakit hati pada orang
lain.Bukankah dalam agama dilarang menyebut orang lain dengan sebutan-sebutan
buruk. Saya juga gak yakin sih di antara kita akan sampai segitunya ngatain
orang, tapi paling tidak mengantisipasi.
“… janganlah kamu panggil memanggil dengan
gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk
sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah
orang-orang yang zalim.” (Al Hujurat: 11)
Lagi pula kalau kita yang sudah tahu arti ataupun asal kata
tersebut tidak baik, tidak enak juga kan didengarnya?
Fenomena tersebut adalah faktor penyebab cabe-cabean dan
terong-terongan merebak di kalangan anak muda atau ABG sekarang. Bahkan jika
hal tersebut tetap dipopulerkan akan menimbulkan dampak negatif yang lebih
banyak lagi, fenomena ini sudah berpotensi memberikan pengaruh buruk kepada
remaja bahkan murid-murid sekolah dasar.
Banyak faktor yang menyebabkan
fenomena cabe-cabean dan terong-terongan muncul, salah satunya
- Faktor Keluarga
Dalam hal ini orang tua yang harus
mengajarkan kembali hal-hal yang positif sebagai pondasi awalkemudian menyusun
nilain-nilai lainnya seperti, nilai social, moral, dan budi pekerti
- Faktor Media
Saat ini media televisi khususnya, banyak
mempertontonkanatau mencontohkan perbuatan yang tidak baik seperti, cara
berpakaian ataupun cinta-cintaan yang masih belum pantas dialami oleh
anak-anak.
Tidak hanya media televisi yang harus
diwaspadai saat ini, media masa sekarang juga bisa menjadi ancaman utama bila
dalam penggunaannya tidak secara bijak , org tua wajib memantau anaknya di
jejaring social. Orang tua jga harus mengawasi sepenuhnya kegiatan anak di
depan computer atau dunia maya seperti, twitter, fb, path dll.
- Faktor Lingkungan
Tempat dimana merekabermain atau bergaul
seperti, tempat nongkrong dan lingkungan terdekat lainnya seperti, sekolah dan
teman-teman bergaulnya. Maka dari itu kita bergaul sewajarnya sajajangan sampai
kita merugikan diri sendiri atau org lain.
Untuk orang tua solusinya cuma satu jaga
anak masing-masing! Bentengi keluarga dengan agama, peduli pada lingkungan,
tidak apatis kepada sesama, jangan egois dengan hanya mengutamakan kepentingan
sendiri tapi juga harus peduli dan berbagi solusi pada persoalan bangsa ini.
Terima kasih, semoga bermanfaat!



0 komentar:
Posting Komentar